Menanti Kelahiran Anak Tercinta

Sebagai seorang ayah yang bekerja di luar kota, membuat saya harus membagi konsentrasi antara urusan pekerjaan kantor dan urusan rumah. Keadaan ini tidak seperti bulan-bulan sebelumnya. Maklumlah, karena berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, diperkirakan istri saya akan melahirkan antara tanggal 14 -20 Oktober 2008.

Proses kelahiran anak memang sebuah peristiwa yang luar biasa. Saya menyadari bahwa siklus kehidupan umat manusia berawal dari kehamilan. Sejak janin mulai hidup dirahim seorang ibu, disinilah awal dari kehidupan dimulai. Bulan pertama hingga sembilan bulan lebih sepuluh hari, seorang ibu harus pandai merawat janin yang ada di kandungan.

Upaya penuh kehati-hatian harus dijalani oleh seorang ibu, guna menjaga kesehatan fisik ibu dan kandungan. Berbagai pakar kesehatan telah menuliskan, seorang ibu harus benar-benar menjaga dan mendidik buah hatinya yang ada dalam kandungan. Karena diyakini kelak apabila bayinya lahir, sang bayi dapat menjadi anak yang sesuai dengan hati nurani ibunya saat mengandung.

Oleh karena itu, beban tersebut tidak hanya disandang oleh seorang istri yang hamil. Namun, sebagai suami pun harus bisa menjaga suasana batin istri yang hamil. Karena perilaku suami saat istrinya hamil juga ikut tertransfer kedalam janin. Memang ini agak aneh, tapi secara fakta saya merasakannya.

Ini pengalaman saya, saat istri hamil untuk anak pertama dan kedua. Anak pertama saya lahir primatur hingga akhirnya meninggal duani. Sedangkan anak kedua sekarang berusia 6 tahun 5 bulan. Anak kedua saya perilakukannya mirip saya waktu istri saat mengandungnya. Dia sekarang hobinya bermain keluar rumah terus. Kalau didalam rumah tidak kerasan. Kenyaatan ini menyadarkan saya pada saat istri hamil dulu. Memang saat istri hamil, saya tidak kerasan tinggal di rumah. Sampai-sampai istri mencari saaya di rumah tetangga. Anak saya yang kedua pun pintar sekali berkelit kalao ditanya. Persis seperti saya yang pandai mencari-cari alasan.

Semoga anak ketiga saya yang sebentar lagi lahir dapat mencerminkan semangat hidup. Sebab ketika istri hamil, banyak peristiwa besar yang terjadi. Seperti misalnya, Alhamdulillah, sejak usia kandungan empat bulan istriku mampu menyandang gelar sarjana pendidikan, usia kandungan menginjak 6 bulan, kami mendirikan sebuah rumah.

Peristiwa tersebut menjadikan inspirasi bahwa kelahiran anak tercinta merupakan moment yang dinantikan. Tentunya dengan mengharap ridlo dari Allah SWT semuanya diberi kemudahan dan selalui dalam ridlo-Nya.

1 Komentar

  1. siwawan said,

    Oktober 14, 2008 pada 8:18 am

    makasih udah mampir🙂 salam kenal🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: